Life is Choice

Terkadang, membuat suatu keputusan membutuhkan pemikiran mendalam agar tak menyesal nantinya. Entah peristiwa apa yang akan terjadi setelahnya, kita tak pernah tahu. Mungkin akan terjadi penyesalan, sakit hati, prasangka buruk terhadap masa depan, bahkan kurangnya rasa percaya pada diri sendiri.

Membuat sebuah keputusan bukanlah hal yang mudah. Seringkali kita membutuhkan prasangka A, B,, dan lain sebagainya. Seringkali pula, pertimbangan-pertimbangan yang mungkin dapat menjadi alasan terjadinya sebuah keputusan, justru membuat kita semakin terpuruk dan seolah tak memiliki jawaban apapun atas kebimbangan kita.

Berdamai dengan diri sendiri. Ya, berdamai dengan diri sendiri akan membuat kita memiliki keberanian-keberanian menatap segala risiko dari semua pilihan yang telah dipilih. Takut? Wajar. Semua orang mengalami rasa takut ketika diperhadapkan kepada pilihan-pilihan, bahkan akan terlintas pemikiran untuk lebih baik tidak memilih dari keduanya. Hati kita pasti akan menginginkan sesuatu yang netral. Namun, kenyataan selalu membenturkannya. Mengapa? Sebab, kenyataan membutuhkan kepastian pilihan.

Haaaaahh, sulit sekali ketika

kita harus dihadapkan kata ‘pilihan’. Orang yang menulis artikel ini pun tidak mungkin tidak dapat berubah menjadi ‘cemen’ karena kurang berani menghadapi risiko yang menantangnya ke depan. Itulah kehidupan.

Kita pun mencari pertolongan orang lain. Mencoba memahami dari sudut pandang orang lain terhadap masalah pilihan tersebut. Namun, hati-hati. Terkadang, mencari orang untuk sharing, bukan hanya sekadar sharing, tetapi mencari subjek untuk nantinya bisa ‘disalahkan’ karena telah memberi kita saran semacam itu dan memilih mengikuti sarannya. Mereka tidak tahu apa-apa. Mereka hanya memandang dari sudut pandang cerita yang kita sajikan sebagai bahan sharing.

Jadi, bagaimana menentukan pilihan yang tepat untuk kita? Jawabannya ada pada hati nurani kita sendiri. Bagaimana mengetahuinya? Setiap kita memiliki cara masing-masing untuk mengetahui pemikiran murni hati nurani sendiri. Sebab, ini masalah kita. Kita yang mengalami, bukan orang lain. Kita yang mengetahui persis kondisi yang sebenarnya, bukan mereka. Juga bukan dia. Namun, Tuhan yang mengetahui segala sesuatunya.

Meminta petunjuk dari Semesta pun tak jadi masalah. Justru memang itulah yang seharusnya dilakukan. Kita lahir dari Semesta. Pastinya, Semesta memahami betul alur cerita terbaik menurut sudut pandangNya.

Whatever you feel right now, wake up, never give up, and stand up. Be though to facing your giant. God will be with you, if you want. Let God do the best for us.

Advertisements

About kris tina

Seorang 'bungsu' perempuan dalam keluarga Kristen yang berbahagia. Memiliki dua orang kakak yang kesemuanya adalah lelaki. Dia begitu mengagumi keluarganya. Selalu ada saja watak, sifat, pribadi, dan pemikiran-pemikiran yang dapat diteladani dan disimpulkan olehnya dari bapak, mamah, dan kedua kakaknya. Dia tumbuh sebagai perempuan yang tahan banting. Mampu menempatkan posisi dirinya dalam segala situasi dan kondisi. Tak mudah terpengaruh orang lain. Memiliki prinsip dan keyakian pada hati nuraninya. Tak suka dikekang, tak suka diatur, dan tak suka diremehkan. Keras dalam pikiran, tetapi memiliki kelunakkan dalam perasaannya. Hatinya melimpah dengan kasih sayang, namun hanya orang yang memakai mata hatinya saja yang mampu melihat limpahan kasih itu. Jangan pernah menilainya: Angkuh sebelum kau mengenalnya lebih dekat ke kedalaman pikiran dan alunan jiwanya yang dinamis.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

1 Response to Life is Choice

  1. komengtator says:

    ada waktu untuk semuanya & semua akan indah pada waktu-Nya, tetap semangat & optimis yaaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s