Guru pun dijadikan alat untuk politik pencitraan sang Pemimpin. Setelah membaca artikel dari kompas.com hari Rabu, 30 November 2011, diberitakan bahwa pada acara puncak peringatan hari guru nasional dan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat. Pada acara tersebut, sekitar 4500 guru yang hadir di sana berlatih bersama agar bertepuk tangan sambil berdiri ketika Pak Presiden mengabulkan sebagian permohonan atau usulan PGRI.
Enggak banget, deh!! Continue reading